Lantai
pertama bagian belakang Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan itulah tempat dan rumah KWQ(kajian
waraal qitoor). Rumahnya separuh memakai triplek dan separuhnya memakai bata
atau memakai tembok yang ditempeli keramik yang berwarma putih,diatas gedung
yang memakai triplek itu terdapat kawat-kawat yang bentuknya seperti
jaring-jaring,
Aku
ada didepan pintunya yang mana pintu itu terdapat sebuah tulisan yang melarang
kepada seluruh orang untuk masuk dalam ruangan itu selain anggota. “ dilarang
masuk selain anggata kwq.anda sopan kami segan, anda lancang kami tendang.”
Dalam
kantor itu, terdapat dua buah lemari yang terbuat dari kayu jati yang tercet
dari belitur yang berwarna cokelat kehitama,lemari yang satu tingginya
kira-kira 1mdan lebarnya 50cm,dalam
lemari itu terdapat dua kotak,kotak yang atas di isi dengan monitor dan kotak
yang kedua dengan CPU, keybut dan mouse,pintu lemari itu berkaca bening dan
kunci lemari itu patah dikarenakan Mulyadi diputar kelawan arah,disamping
lemari itu terdapat lemari yang lebih besaar kira-kira tingginya 1,5m dan
lebarnya 70cm, didalamya terdapat tiga kotak yang berjajar dari atas kebawah
dengan rincian bagianatas dijadikan sebagai PERCIL (perpustakaan kecil) yang
ditemani prenter bermerek HP.
Bagian
kotak kedua ditempati seperangkat komputer +sound kecil,dan kotak bagian ketiga
hanya diisi dengan seperangkat alat solat yang tertata rapi,didepan lemari itu
kira-kira 2,5mterdapat beberapa kardus
yang berjejer rapi yang disampingnya sebuah koper kulit yang berwarna hitam yang
didalamnya terdapat berkas-berkas penting para aktivis KWQ. Anehnya dalam kantor
tersebut terdapat tangga yang lebarnya kurang lebih 1m jumlah anak tangganya
sekitar 5 yang berjejer dari bawah keatas ,tangga –tangga tersebut biasa
dijadikan objek peristirahatan sementara para aktivis KWQ, bertepatan dengan
tangga tersebut berdiri tegak pintu yang terbuat dari triplek sebagai jalan
menuju kemasjid tapi sayang tidak paernah dibuka .
Dari
selah-selah, pintu keluar kabel yang menghubungkan antara peralatan sound dan
listrik yang ada di lantai tiga masjid,digedung bagian kiri pas didepan kepala
terdapat sekelar yang rusak atau tak layak pakai,dan atapnya menggunakan beton
yang di tengah- tengah terdapat tempat lampu tapi tidak ada lampunya ,dan
dibawah tangga bagian kananya terdapat sapu dan tempat sampah dimana terdapat
kertas yang tercuret-curet oleh kata-kata.
Diatap
bagian kanan terdapat sebuah lubang yang panjagnya 5m dimana lubang itu
terdapat kabel yang menjulur keatas,lebar lubang itu 90cm yang kelihatanya
seperti balok ,lubag itu tenbus pada lantai tiga bagian masjid jami’ Al-amien
Prenduan .
Sungguh
sederhana tapi mampu menciptakan orang ynag berintektual tinggi inilah kajian
waraal qitoor yang berdiri tahun 2002.