Interaktif

Rubrik

Artikel Terakhir

Top Download

Random Links

Roland Gunawan

View : 127 x hits
Join : 05-Aug-2008 22:05:04

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Statistik Situs

Visitors :40438 Org
Hits : 95310 hits
Month : 978 Users
Today : 55 Users
Online : 2 Users

Langganan Artikel Portal KWQ

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

Penyebab Do'a Tak Terkabulkan

Kamis, 14 Mei 2009 23:03:33 - oleh : admin

Oleh: Mulyadi*

Sering kali kita berdo’a meminta yang kita inginkan kepada Allah, bahkan berkali - kali hingga tak terhitung berapa banyaknya, namun tetap tak di jawab permintaannya oleh Allah padahal Allah berjanji dalam kitab suci-Nya “Mohonlah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan pemohonanmu”. Dari firman di atas kita bisa simpulkan bahwa Allah itu akan senantiasa mengabulkan doa hambanya, akan tetapi yang menjadi permasalahan kita sekarang adalah apakah do’a itu dikabulkan ketika itu juga ataukah mungkin Allah akan mengabulkannya kelak ketika kita telah berada di alam kubur. Kemudian ada sebagian dari manusia itu yang do’anya tidak dikabulkan oleh Allah. Tapi  kita haruslah menkaji ulang, mengapa do’a kita tidak dikabulkan

 

Tentu ada faktor-faktor tertentu yang menghambat sampainya do’a kita kepada-Nya sehingga do’a tak bisa menembus hijab. Karna seperti yang dikatakan dalam sebuah pribahasa; “Tidak aka nada asap tanpa adanya api”. Setiap sesuatu itu ada sebabnya begitu pula dengan do’a yang tidak dijawab oleh Allah, tentu pasti ada sebabnya kita harus ketahui penyebabnya agar do’a yang kita panjatkan bisa menembus tabir dan mendapatkan yang kita inginkan. Maka salah satu sebab doa kita tidak dikabulkan;


Yang pertama adalah dikarenakan hati kita telah mati, dari hati yang mati tidak ada cenel yang nyambung kepada Allah. Dari cenel yang putus tidak ada setrum. Bagai mana ada gejala hati kita mati. Jadi, pantas doa tidak dikabulkan, permohonan tidak dipenuhi.

 

Yang ke-dua adalah kita baca Al-Qur’an tapi tidak pernah mengamalkannya, bahkan amalannya kita injak-injak. Diperintahkan berbuat kebajikan oleh Al-Qur’an tapi berlagak pilon, pura-pura tidak mendengar dan bahkan menutup telinga, malah sebaliknya mereka lebih senang mendengarkan musik, dari pada mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

 

Ke-tiga yaitu kita mengaku ummat Nabi Muhammad tapi kita tidak pernah menghidupkan sunnah-sunnahnya, bahkan pura-pura tidak tahu dan sombong merasa gengsi mengekspresikannya.

 

Ke-empat, kita makan kenikmatan Tuhan, tapi kita tidak pernah bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan itu, bahkan kita tidak terima atas pemberiannya, dalam hadis kudsi dijelaskan “barang siapa yang tidak terima atas pemberian-Ku dan tidaklah bersyukur atas nikmat-Ku dan tidak sabar atas ujian-Ku maka keluarlah dari kolong langit-Ku dan carilah Tuhan selain Aku”

 

Kalau kita sudah diusir oleh Allah yang maha memiliki, memiliki langit, bumi dan segala isinya, maka kita akan ke mana? Ya, kalau kita diusir orang tua atau mertua, kita masih bisa menemukan tempat lain untuk bersinggah. Oleh karena itu, orang yang telah diusir oleh Allah saya kira lebih malang dari pada kota malang!.


*Santri kelas III Intensive D asal dungkek

Anggota kejian KWQ


kirim ke teman | versi cetak

Berita "Opini" Lainnya

 
   
powered by AuraCMS 2.2 Design by Kaweki.Com © 2008 Disponsori Oleh DetikHosting,