Oleh:Waisal
Karni*
Allah Swt.
Menciptakan manusia dimuka bumi ini denfa jalan yang tetentu dan tentunya
dengan jalan yang terbaik, seperti halnya Allah Swt. Menjadikan siang sebagai
mata pencaharian begitu pula dengan aktifitas manusia yang senantiasa silih
berganti menjadi buruk atau jelek dan buruk atau jelek menjadi baik. Oleh
karena itu kita sebagai hamba Allah yang senantiasa meminta ridhonya karena
berganti aktifitas pada aktifatas yang lain, sehingga manusia ingin
beraktifitas dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya
maka apabila engakau telah selesai dari suatu urusan tetaplah bekerja keras
untuk urusan yang lain dan kepada tuhanmulah engakau bertahap( Al-Insyirah 7-8).
Oleh karena
itu, keita dapat mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya liburan itu adalah
momentum yang sangat penting dalam
mencapaihidup abadi selain itu juga pada hakekatnya linuran adalah merupakan
perbuatan stau sebagai pengaplikasian terhadap kegiatan yang ada di Pesantren.
Sadar atau tidak sadar sebagai santri seharusnya bisa merealisasikan apa yang
telah diperoleh ketika dipondok. Seperti halnya mengaak kepada kebaikan dan
mencegah kepada perbuatan mungkar. Kehidupan dipesantren merupakan cerminan
kehidupan ketika dimasyarakat apabila dipesantren kehdiupannya selalu berakar
kepad syari’at dan tidak melanggarnya maka itu adalah cerminan ketika
dimasyarakat begitu juga sebaliknya apabila kehidupan pesantren selalu
melanggar peraturan syari’at baik wajib agama maupun wajib ma’hadi.
Satu hal yang
perlu diperhatikan oleh santri yaitu tentang hakekat dari liburan itu bukanlah
semat-mata untuk melampiaskan hawa nafsu yang tak terealisasi kiketika dipondok
maka ketika liburan nafsunya teralisasikan, seperti minum-minuman keras,
smoking dan lain sebagainya. Jadi bukan seperti itu hakekat dari liburan itu
melainkan bergantinya suatu aktifitas pada aktifitas yang lain tentunya
aktifitas yang berdampak positif bukan negative, sehingga dengan aktfitas yang
positif itu akan membawa terhadap suatu jalan yang lurus. Dengan apa
sepantesnya seorang santri itu merealisikannya yaitu dengan mengamalkan ilmunya
tadi dan bisa membuktikan bahwa anak santri itu bener-bener bisa diandalin baik
dari akhlak maupun idiologinya.
Selain itu
santri itu bisa membuktikan bahwasanya inilah saya santri yang bisa diandalkan
bukan mengandalkan orangtuanya seperti halnya dalam pepatah arab disebutkan
bahwa:
ليس الفتى من يقول هذا ابى # لكن
الفتى من يقول ها اناذ
Artinya:
Bukanlah
seorang pemuda yang mengatakan inilah ayahku. Akan tetapi seorang pemuda itu
adalah yang mengatakan inilah aku.
Dengan
cuplilkan pepatah diatas seharusnya sebagai seorang santri sekaligus sebagai
seorang pemuda sadar dan menyadari tentang hakekat dari liburan tersebut.
Disamping itu
liburan mempunyai beberapa dampak dari hari libur yaitu:
A.
Dampak positif
Liburan
itu bisa berdampak positif apabila liburan itu berjalan sesuai dengan harapan pesantren
yaitu izzil Islam walmuslimin. Selain itu bisa mengajak masyarakatterutama
keluarga untuk berbuat berdasarkan syari’at. Sehingga bisa dikatakn apabila
masyarakat sudah bisa dikendalikan maka liburan itu dikatan sukses atau dalam
bahas arab diknal dengan Najih.
B.
Berdampak
Negatif
Akan
tetapi, apabila liburan itu masih banyak berdampak negative atau banyak
mudharatnya, maka masih perlu banyak introspeksi diri dan ketika di Pesantren
masih banyak yang harus dibenahi entah dari segi akhlaknya maupun idiologinya.
Apabila sudah bisa seperti itu maka insya Allah liburan mendatang tidak akan
terulangi untuk yang kedua kalinya.
Dengan
liburan bisa diketahui sukses tidaknya studynya ketika di pesantren. Hal yang
paling signifikan ketika liburan yang harus dihindari oleh santri adalah cinta
dunia, karena cinta dunia bisa berakibat fatal. Sebagaimana rasulullah saw.
Bersabda yang artinya sebagai berikut “ cinta dunia adalah merupakan pokok
dari semua kesalahan (Al-Hakim).
Jadi
pada kesimpulannya, liburan itu merupakan moment yang sangat pentng terhadap
suksesnya suatu pendidikan. Akhirnya penulis mengucapkan selamat belrlibur
semoga liburan kita bermanfaat bagi masyarakat Amien.
*Aktifis adalah
santri kelas III Int.
Berasal dari
Al-Jazair.
kirim ke teman | versi cetak