Interaktif

Rubrik

Artikel Terakhir

Top Download

Random Links

AgusRomli Blog

View : 187 x hits
Join : 05-Aug-2008 20:03:54

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Statistik Situs

Visitors :40448 Org
Hits : 95342 hits
Month : 980 Users
Today : 58 Users
Online : 1 Users

Langganan Artikel Portal KWQ

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

Teosofia Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2009 22:52:03 - oleh : admin

Oleh:Waisal Karni*

Allah Swt. Menciptakan manusia dimuka bumi ini denfa jalan yang tetentu dan tentunya dengan jalan yang terbaik, seperti halnya Allah Swt. Menjadikan siang sebagai mata pencaharian begitu pula dengan aktifitas manusia yang senantiasa silih berganti menjadi buruk atau jelek dan buruk atau jelek menjadi baik. Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah yang senantiasa meminta ridhonya karena berganti aktifitas pada aktifatas yang lain, sehingga manusia ingin beraktifitas dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya maka apabila engakau telah selesai dari suatu urusan tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain dan kepada tuhanmulah engakau bertahap( Al-Insyirah 7-8).

 

Oleh karena itu, keita dapat mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya liburan itu adalah momentum yang sangat penting  dalam mencapaihidup abadi selain itu juga pada hakekatnya linuran adalah merupakan perbuatan stau sebagai pengaplikasian terhadap kegiatan yang ada di Pesantren. Sadar atau tidak sadar sebagai santri seharusnya bisa merealisasikan apa yang telah diperoleh ketika dipondok. Seperti halnya mengaak kepada kebaikan dan mencegah kepada perbuatan mungkar. Kehidupan dipesantren merupakan cerminan kehidupan ketika dimasyarakat apabila dipesantren kehdiupannya selalu berakar kepad syari’at dan tidak melanggarnya maka itu adalah cerminan ketika dimasyarakat begitu juga sebaliknya apabila kehidupan pesantren selalu melanggar peraturan syari’at baik wajib agama maupun wajib ma’hadi.

 

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh santri yaitu tentang hakekat dari liburan itu bukanlah semat-mata untuk melampiaskan hawa nafsu yang tak terealisasi kiketika dipondok maka ketika liburan nafsunya teralisasikan, seperti minum-minuman keras, smoking dan lain sebagainya. Jadi bukan seperti itu hakekat dari liburan itu melainkan bergantinya suatu aktifitas pada aktifitas yang lain tentunya aktifitas yang berdampak positif bukan negative, sehingga dengan aktfitas yang positif itu akan membawa terhadap suatu jalan yang lurus. Dengan apa sepantesnya seorang santri itu merealisikannya yaitu dengan mengamalkan ilmunya tadi dan bisa membuktikan bahwa anak santri itu bener-bener bisa diandalin baik dari akhlak maupun idiologinya.

 

Selain itu santri itu bisa membuktikan bahwasanya inilah saya santri yang bisa diandalkan bukan mengandalkan orangtuanya seperti halnya dalam pepatah arab disebutkan bahwa:

ليس الفتى من يقول هذا ابى # لكن  الفتى من يقول ها اناذ

Artinya:

Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan inilah ayahku. Akan tetapi seorang pemuda itu adalah yang mengatakan inilah aku.

 

Dengan cuplilkan pepatah diatas seharusnya sebagai seorang santri sekaligus sebagai seorang pemuda sadar dan menyadari tentang hakekat dari liburan tersebut.

Disamping itu liburan mempunyai beberapa dampak dari hari libur yaitu:

 

A.    Dampak positif

Liburan itu bisa berdampak positif apabila liburan itu berjalan sesuai dengan harapan pesantren yaitu izzil Islam walmuslimin. Selain itu bisa mengajak masyarakatterutama keluarga untuk berbuat berdasarkan syari’at. Sehingga bisa dikatakn apabila masyarakat sudah bisa dikendalikan maka liburan itu dikatan sukses atau dalam bahas arab diknal dengan Najih.

 

B.     Berdampak Negatif

Akan tetapi, apabila liburan itu masih banyak berdampak negative atau banyak mudharatnya, maka masih perlu banyak introspeksi diri dan ketika di Pesantren masih banyak yang harus dibenahi entah dari segi akhlaknya maupun idiologinya. Apabila sudah bisa seperti itu maka insya Allah liburan mendatang tidak akan terulangi untuk yang kedua kalinya.

 

Dengan liburan bisa diketahui sukses tidaknya studynya ketika di pesantren. Hal yang paling signifikan ketika liburan yang harus dihindari oleh santri adalah cinta dunia, karena cinta dunia bisa berakibat fatal. Sebagaimana rasulullah saw. Bersabda yang artinya sebagai berikut “ cinta dunia adalah merupakan pokok dari semua kesalahan (Al-Hakim).

 

Jadi pada kesimpulannya, liburan itu merupakan moment yang sangat pentng terhadap suksesnya suatu pendidikan. Akhirnya penulis mengucapkan selamat belrlibur semoga liburan kita bermanfaat bagi masyarakat Amien.

                                                           

                                                                                               

*Aktifis adalah santri kelas III Int.

Berasal dari Al-Jazair.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya

 
   
powered by AuraCMS 2.2 Design by Kaweki.Com © 2008 Disponsori Oleh DetikHosting,