Interaktif

Rubrik

Artikel Terakhir

Top Download

Random Links

Pesantren Suryalaya

View : 96 x hits
Join : 05-Aug-2008 23:27:10

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Statistik Situs

Visitors :40453 Org
Hits : 95353 hits
Month : 981 Users
Today : 58 Users
Online : 4 Users

Langganan Artikel Portal KWQ

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

Hakikat Kebenaran Islam

Kamis, 14 Mei 2009 22:45:33 - oleh : admin

Oleh: Sang Musafir Kelana

Kini zaman banyak disibukkan dengan perkara-perkara yang begitu mengejutkan dunia, khususnya bagi dunia Islam itu sendiri, dengan banyaknya aliran-aliran sesat yang berkembang dalam dunia Islam sendiri. Dengan banyaknya kesesatan yang terjadi kini eksistensi Islam  sudah mulai pudar dimata dunia. Kaum zionis barat kini tertawa dengan lebar melihat dunia Islam yang dirusak oleh Islam itu sendiri. Orientalis hanya bisa tertawa dengan melebarkan dan memperlihatkan gigi-gigi mereka kepada dunia dengan adanya Islam yang hanya bisa menunjukkan buntutnya kepada dunia (menurut mereka).


Dengan banyaknya aliran sesat yang merambat dalam dunia Islam sehingga memperlihatkan bahwa Islam kini dalam perpecahan yang begitu besar, Nahdlatul Ulama’ dengan Muhammadiyah (indonesia). Hal itu menunjukkan bahwa Islam dalam era yang rusak. Pemuda Islam hanya memikirkan enaknya saja tanpa memikirkan akibat yang telah mereka perbuat. Narkoba, ganja, zina  dijadikan konsumsi mereka sehari-hari, sehingga tidak heran jika Allah menurunkan banyak peringatan di dunia, Tsunami melanda Aceh, gempa, lumpur lapindo yang sampai sekarang tidak bisa dihentikan aliran yang menguap dari bawah tanah. Bencana-bencana itu, tiada lain untuk memperingati mereka supaya mereka sadar dengan apa yang mereka perbuat sehingga mereka bertaubat dari maksiat yang telah mereka perbuat dan kembali kepada kebenaran yaitu Islam hakiki. Islam adalah agama yang paling benar di sisi Allah hal ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa didekonstruksi kebenarannya.


Dalam konteks kebenaran Islam itu sendiri banyak diterangkan baik dalam berbagai kitab klasik, tidak Cuma itu dalam kitab-Nya Allah juga menjelaskan kepada manusia (makhluk-Nya) bahwa Islam adalah agama yang paling benar disisinya “ Inna addina ‘indallahi al-islam”. Dengan ayat ini kita tahu bahwa agama yang pasti akan diterima disisi Allah hanyalah agama  Islam.


Pluralisme, Pluralitas, Liberalism dan Sekularisme dalam agama itulah sebenarnya yang menjadi akar permasalahan dalam dunia Islam di zaman sekarang, meski hal itu bukan hal yang baru lagi, akan tetapi penyebarannya dikalangan Islam mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan. Karena mereka para pluralis menganggap bahwa agama di bumi ini sama tidak ada bedanya Islam-Kristen-Hindu-Budha dan lain sebagainya, Cuma pengaplikasian dari segi ibadah saja yang berbeda. Itulah pemikiran para pluralis yang sesat, kalau dibiarkan maka akan berakibat fatal bagi perkembangan Islam di dunia. Begitu juga dengan pluralitas, yang dimaksudkan adalah sebuah kenyataan bahwa di negaraatau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agamayang hidup secara berdampingan. Dalam artian umat muslim tidak mencampur adukkan masalah akidah dan ibadah ketika berkumpul dengan pemeluk agama selain Islam, namun rasa saling menghormati tetap harus dijaga, karena umat muslim diharamkan mencampurkan akidah dan ibadah dengan agama lain.


Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (Al-qur’an dan Al-Hadits) dengan menggunakan akal pikiran (idiologi) yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran. Nah pemahaman seperti ini yang seharusnya didekonstruksi. Sedang sekularisme agama adalah memisahkan urusan dunia dari agama;agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan dengan manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial ( KH. Muhammad Tidjani Djauhari MA: Menebar Islam Meretas Aral Dakwah;107).


Padahal Majelis Ulama’ Indonesia  (MUI), sudah mengeluarkan putusan bahwa Pluralisme, Pluralitas, Liberalisme dan Sekularisme dalam agama diharamkan dalam musyawarah nasional MUI VII. Oleh karenanya, sebagai muslim sejati seyogyanyalah bagi kita memahami dengan haqqul fahmi tentang Islam. Jadi hakekat kebenaran Islam itu sendiri tidak bisa didekonstruksi dan dielakkan lagi karena Islam merupakan agama penyempurna dari agama lainnya, Kesempurnaan Islam telah ditegaskan oleh  Allah  SWT dalam firman-Nya: “ ...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai jadi agama bagimu...”(QS. 5:3). Agama yang paling benar disisi Allah dan agama yang pasti akan diterima diakhirat nanti. Apabila ada yang beragama selain Islam maka baginya kesesatan yang sangat dalam dirinya dan tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali adzab dari Allah di dunia hidupnya tidak akan tenang apalagi diakhirat nanti Api Neraka menunggu kedatangan mereka dan mereka akan dijadikan sebagai penghuni Neraka Abadan (selamanya).


Dewasa ini, banyak ditemukan kesesatan yang begitu besar yang berkembang dikalangan Islam. Seperti adanya gerakan pembaharuan Islam, liberlisme. Ajaran liberal merupakan ajaran yang banyak diterapkan para pembaharu Islam baru-baru ini dan yang disesalkan kebanyakan dari mereka merupakan lulusan dari pesantren seperti A. Nurrchalis Majid (alm) beliau adalah lulusan pesantren dan masih banyak yang lainnya dan yang sangat disayangkan juga seperti Gusdur yang merupakan pembesar Nahdlatul Ulama juga dikategorikan sebagai gerakan pembaharu Islam dalam Liberal. Yang sebenarnya mereka itu menjaga kemurnian ajaran Islam akan tetapi kenapa mereka seperti itu, sebenarnya apa yang mereka inginkan? Ajaran atau yang sering kita dengar dengan paham Pluralisme, Pluralitas, Liberalisme dan Sekularisme inilah yang terus menjalar dibenak para pemuda Islam.

Apa yang menyebabkan mereka sesat?
Pertama
, dikarenakan minimnya Iman yang mereka miliki. Kalau Iman mereka sudah tidak kuat maka seberapa banyak Ilmu yang mereka miliki tiada gunanya bagi mereka karena mereka akan terikut dengan orang-orang ataupun teman dekatnya yang sesat. Akan tetapi, jika Iman mereka kuat maka meski diotak-atik bagaimanapun mereka akan tetap dalam pendirian mereka. Karena hal yang akan membuat seseorang itu berhasil baik didunia maupun diakhirat nanti adalah Iman. Kedua, dikarenakan kesalahan pemahaman “pendidikan”. Kesalahan pendidikan merupakan landasan kedua yang menjadikan mereka Liberal (sesat), kesalahan pemahaman ataupun bisa kita katakan kesalahan dalam pendidikan disini bukan berarti bahwa mereka bodoh akan tetapi, karena kesalahan dalam menyerap suatu pelajaran (ilmu) itulah sehingga menjadikan mereka sesat. Kesalahan pemahaman itu terkadang bukan dikarenakan Pengajar,Guru, maupun Mudarrisnya melainkan dikarenakan para Pelajar ataupun Thalib (pencari ‘ilm) itu yang sudah terpengaruh dengan kepada kebudayaan barat dengan banyaknya mereka mengkaji buku-buku barat yang kebanyakan para pengarangnya (mushannif)nya adalah orang-orang orientalis.


Akibat kesesatan yang mereka aplikasikan dengan tulisan-tulisan  yang mereka tulis baik dalam bentuk buku maupun artkel-artikel yang menyebar di internet. Akibatnya  para pembaca itu merasakan bahwa apa yang mereka tulis itu benar dan bisa dijadikan rujukan mereka dalam dan tidak hanya itu saja kebanyakan dari mereka memprioritaskan bahwa ajaran liberel itu memang benar-benar ajaran baru yang bisa membawa Islam kepada kejayaan hakiki. Itu merupakan anggapan mereka. Akan tetapi hakekat kebenaran Islam itu sangat benar sekali, namun dalam Islam itu ada tingkatannya yaitu: Syari’ah, tingkatan yang paling dasar bagi seorang muslim itu adalah Syari’ah baru kemudian Tarekat, Hakekat dan Makrifat.


Jadi menurut hemat penulis bahwasanya hakekat kebenaran Islam itu tidak bisa di dekonstruksi lagi kebenaran dan keberadaannya didunia, akan tetapi kita perlu mendekonstruksi ajaran-ajaran atau paham-paham yang mengaku dirinya sebagai islam hakiki meski realita yang ada tidak  seperti itu.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya

 
   
powered by AuraCMS 2.2 Design by Kaweki.Com © 2008 Disponsori Oleh DetikHosting,