Oleh:
Sang Musafir Kelana
Kini zaman banyak disibukkan dengan perkara-perkara yang begitu mengejutkan
dunia, khususnya bagi dunia Islam itu sendiri, dengan banyaknya aliran-aliran
sesat yang berkembang dalam dunia Islam sendiri. Dengan banyaknya kesesatan
yang terjadi kini eksistensi Islam sudah
mulai pudar dimata dunia. Kaum zionis barat kini tertawa dengan lebar melihat dunia Islam yang dirusak oleh Islam
itu sendiri. Orientalis hanya bisa tertawa dengan melebarkan dan memperlihatkan
gigi-gigi mereka kepada dunia dengan adanya Islam yang hanya bisa menunjukkan
buntutnya kepada dunia (menurut mereka).
Dengan banyaknya aliran
sesat yang merambat dalam dunia Islam sehingga memperlihatkan bahwa Islam kini
dalam perpecahan yang begitu besar, Nahdlatul Ulama’ dengan Muhammadiyah
(indonesia). Hal itu menunjukkan bahwa Islam dalam era yang rusak. Pemuda Islam
hanya memikirkan enaknya saja tanpa memikirkan akibat yang telah mereka
perbuat. Narkoba, ganja, zina dijadikan
konsumsi mereka sehari-hari, sehingga tidak heran jika Allah menurunkan banyak
peringatan di dunia, Tsunami melanda Aceh, gempa, lumpur lapindo yang sampai
sekarang tidak bisa dihentikan aliran yang menguap dari bawah tanah.
Bencana-bencana itu, tiada lain untuk memperingati mereka supaya mereka sadar
dengan apa yang mereka perbuat sehingga mereka bertaubat dari maksiat yang
telah mereka perbuat dan kembali kepada kebenaran yaitu Islam hakiki. Islam
adalah agama yang paling benar di sisi Allah hal ini tidak bisa diganggu gugat
dan tidak bisa didekonstruksi kebenarannya.
Dalam konteks kebenaran
Islam itu sendiri banyak diterangkan baik dalam berbagai kitab klasik, tidak
Cuma itu dalam kitab-Nya Allah juga menjelaskan kepada manusia (makhluk-Nya)
bahwa Islam adalah agama yang paling benar disisinya “ Inna addina ‘indallahi al-islam”. Dengan ayat ini kita tahu bahwa
agama yang pasti akan diterima disisi Allah hanyalah agama Islam.
Pluralisme, Pluralitas,
Liberalism dan Sekularisme dalam agama itulah sebenarnya yang menjadi akar
permasalahan dalam dunia Islam di zaman sekarang, meski hal itu bukan hal yang
baru lagi, akan tetapi penyebarannya dikalangan Islam mencapai tingkat yang
sangat memprihatinkan. Karena mereka para pluralis menganggap bahwa agama di
bumi ini sama tidak ada bedanya Islam-Kristen-Hindu-Budha dan lain sebagainya,
Cuma pengaplikasian dari segi ibadah saja yang berbeda. Itulah pemikiran para
pluralis yang sesat, kalau dibiarkan maka akan berakibat fatal bagi
perkembangan Islam di dunia. Begitu juga dengan pluralitas, yang dimaksudkan
adalah sebuah kenyataan bahwa di negaraatau daerah tertentu terdapat berbagai
pemeluk agamayang hidup secara berdampingan. Dalam artian umat muslim tidak
mencampur adukkan masalah akidah dan ibadah ketika berkumpul dengan pemeluk agama
selain Islam, namun rasa saling menghormati tetap harus dijaga, karena umat
muslim diharamkan mencampurkan akidah dan ibadah dengan agama lain.
Liberalisme
agama adalah memahami nash-nash agama
(Al-qur’an dan Al-Hadits) dengan menggunakan akal pikiran (idiologi) yang
bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal
pikiran. Nah pemahaman seperti ini yang seharusnya didekonstruksi. Sedang
sekularisme agama adalah memisahkan urusan dunia dari agama;agama hanya
digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan
dengan manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial ( KH.
Muhammad Tidjani Djauhari MA: Menebar Islam Meretas Aral Dakwah;107).
Padahal
Majelis Ulama’ Indonesia (MUI), sudah
mengeluarkan putusan bahwa Pluralisme, Pluralitas, Liberalisme dan Sekularisme
dalam agama diharamkan dalam musyawarah nasional MUI VII. Oleh karenanya,
sebagai muslim sejati seyogyanyalah bagi kita memahami dengan haqqul fahmi tentang Islam. Jadi hakekat kebenaran Islam itu sendiri tidak
bisa didekonstruksi dan dielakkan lagi karena Islam merupakan agama penyempurna
dari agama lainnya,
Kesempurnaan Islam telah ditegaskan oleh
Allah SWT dalam firman-Nya: “ ...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai jadi agama
bagimu...”(QS. 5:3). Agama
yang paling benar disisi Allah dan agama yang pasti akan diterima diakhirat
nanti. Apabila ada yang beragama selain Islam maka baginya kesesatan yang
sangat dalam dirinya dan tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali adzab dari
Allah di dunia hidupnya tidak akan tenang apalagi diakhirat nanti Api Neraka
menunggu kedatangan mereka dan mereka akan dijadikan sebagai penghuni Neraka
Abadan (selamanya).
Dewasa ini, banyak
ditemukan kesesatan yang begitu besar yang berkembang dikalangan Islam. Seperti
adanya gerakan pembaharuan Islam, liberlisme. Ajaran liberal merupakan ajaran
yang banyak diterapkan para pembaharu Islam baru-baru ini dan yang disesalkan
kebanyakan dari mereka merupakan lulusan dari pesantren seperti A. Nurrchalis
Majid (alm) beliau adalah lulusan pesantren dan masih banyak yang lainnya dan
yang sangat disayangkan juga seperti Gusdur yang merupakan pembesar Nahdlatul
Ulama juga dikategorikan sebagai gerakan pembaharu Islam dalam Liberal. Yang
sebenarnya mereka itu menjaga kemurnian ajaran Islam akan tetapi kenapa mereka
seperti itu, sebenarnya apa yang mereka inginkan? Ajaran atau yang sering kita
dengar dengan paham Pluralisme, Pluralitas, Liberalisme dan Sekularisme inilah yang terus menjalar
dibenak para pemuda Islam.
Apa yang menyebabkan mereka sesat?
Pertama, dikarenakan minimnya Iman yang mereka
miliki. Kalau Iman mereka sudah tidak kuat maka seberapa banyak Ilmu yang
mereka miliki tiada gunanya bagi mereka karena mereka akan terikut dengan
orang-orang ataupun teman dekatnya yang sesat. Akan tetapi, jika Iman mereka
kuat maka meski diotak-atik bagaimanapun mereka akan tetap dalam pendirian
mereka. Karena hal yang akan membuat seseorang itu berhasil baik didunia maupun
diakhirat nanti adalah Iman. Kedua, dikarenakan
kesalahan pemahaman “pendidikan”. Kesalahan pendidikan merupakan landasan kedua
yang menjadikan mereka Liberal (sesat), kesalahan pemahaman ataupun bisa kita
katakan kesalahan dalam pendidikan disini bukan berarti bahwa mereka bodoh akan
tetapi, karena kesalahan dalam menyerap suatu pelajaran (ilmu) itulah sehingga
menjadikan mereka sesat. Kesalahan pemahaman itu terkadang bukan dikarenakan
Pengajar,Guru, maupun Mudarrisnya melainkan dikarenakan para Pelajar ataupun
Thalib (pencari ‘ilm) itu yang sudah terpengaruh dengan kepada kebudayaan barat
dengan banyaknya mereka mengkaji buku-buku barat yang kebanyakan para
pengarangnya (mushannif)nya adalah orang-orang orientalis.
Akibat kesesatan yang
mereka aplikasikan dengan tulisan-tulisan
yang mereka tulis baik dalam bentuk buku maupun artkel-artikel yang
menyebar di internet. Akibatnya para
pembaca itu merasakan bahwa apa yang mereka tulis itu benar dan bisa dijadikan
rujukan mereka dalam dan tidak hanya
itu saja kebanyakan dari mereka memprioritaskan bahwa ajaran liberel itu memang
benar-benar ajaran baru yang bisa membawa Islam kepada kejayaan hakiki. Itu
merupakan anggapan mereka. Akan tetapi hakekat kebenaran Islam itu sangat benar
sekali, namun dalam Islam itu ada tingkatannya yaitu: Syari’ah, tingkatan yang
paling dasar bagi seorang muslim itu adalah Syari’ah baru kemudian Tarekat,
Hakekat dan Makrifat.
Jadi menurut hemat penulis bahwasanya
hakekat kebenaran Islam itu tidak bisa di dekonstruksi lagi kebenaran dan
keberadaannya didunia, akan tetapi kita perlu mendekonstruksi ajaran-ajaran
atau paham-paham yang mengaku dirinya sebagai islam hakiki meski realita yang
ada tidak seperti itu.
kirim ke teman | versi cetak